Kesehatan Anak

Ciri bayi gula darah rendah

Dalam masa kehamilan wanita, asupan gizi bayi sebagian besar di pengaruhi oleh gula darah (glukosa) yang di salurkan melalui plasenta. nah proses ini akan berhenti ketika bayi lahir dan tali pusar bayi akan berhenti memberikan pasokan makanan. faktanya ternyata beberapa saat setelah proses kelahiran bayi penurunan kadar gula darah akan menurun dengan cepat, hal ini normal dan sangat wajar karena perlahan-lahan gula darah akan kembali naik setelah melewati waktu 24 jam pasca kelahiran.

Penurunan gula darah yang terjadi ini berlaku untuk bayi yang di berikan ASI ekslusif maupun yang mengkonsumsi susu formula ataupun yang mengkonsumsi keduanya. rata-rata bayi mengikuti pola penurunan gula darah yang sama, nah berikut ini beberapa fakta yang orang tua harus ketahui.

Berikut adalah lima fakta Kadar gula darah normal pada bayi baru lahir rendah setelah bayi lahir yang harus di ketahui anda sebagai orang tua :

  • Bayi Menggunakan Sumber Energi Alternatif untuk Asupan Makanannya

Bayi yang baru lahir bisa menggunakan cadangan energinya untuk bertahan melalui berbagai macam sumber, hal ini untuk menjaga keseimbangan gula darah yang menurun setelah proses kelahiran sampai kembali menjadi normal. salah satu sumber energi cadangannya adalah dengan menggunakan senyawa keton untuk alternatif sumber energi cadangan.

Senyawa keton ini berasal dari organ otak bayi untuk meningkatkan kemampuan bertahan tubuh. tetapi bagi bayi yang mengkonsumsi susu formula menurut penelitian memiliki gula darah tinggi pada bayu bari lahir

jika di bandingkan dengan bayi yang minum ASI. hal ini bisa di simpulkan bahwa bayi dengan susu formula tidak bisa memaksimalkan senyawa keton sebagai sumber energi cadangan.

  • Bayi Tidak Membutuhkan Tes Rutin

Walaupun saat proses kelahiran bayi khususnya dengan cara persalinan normal kadar gula darah menurun, faktanya ternyata bayi tidak harus membutuhkan tes rutin hanya perlu di lakukan setelah pasca persalinan saja. karena pemeriksaan rutin biasanya akan mengurangi percaya diri ibu, dengan mengkonsumsi ASI bayi akan secara alami mendapatkan imunitas pada tubuhnya sehingga tubuhnya tetap kuat.

  • Bayi Harus di Berikan Penanganan Khusus

Kendala nilai normal gula darah bayi pada beberapa kasus bayi yang memiliki resiko tinggi perlu di berikan penanganan yang khusus dan rutin, seperti bayi yang lahir secara prematur maupun bayi yang lahir dari seorang ibu yang menderita penyakit seperti diabetes bisa menyebabkan insulin di dalam tubuh bayi meningkat dengan cepat sekali.

  • Interaksi Dengan Menempelkan Bayi pada Kulit Ibu Sangat Penting

Edukasi untuk menempelkan bayi setelah proses melahirkan harus di berikan kepada ibu melahirkan, hal ini walaupun terlihat sepele namun memiliki efek yang sangat penting karena bisa mempengaruhi kada gula dalam darah bayi. Selain itu juga menempelkan bayi pada kulit ibu bisa membantu menjaga suhu tubuh bayi agar tetap hangat dan suhu tubuh menjadi tetap stabil terus.

Beberapa cara lain adalah dengan memberikan makan bayi sesuai dengan isyarat yang di berikan oleh bayi, seperti menangis saat lapar.

Ibu yang lebih mampu memahami isyarat makan bayi, lalu memberikan asupan gizi yang tepat pada bayi menurunkan resiko penyebab gula darah tinggi pada bayi. Ibu haru menyusui pada saat awal (umumnya dilakukan 1 jam pertama setelah proses melahirkan) dan harus sering memberikan asi (bisa 10 sampai 12 kali dalam kurun waktu 24 khususnya dalam beberapa hari pertama) untuk memenuhi kebutuhan gizi serta metabolisme tubuh bayi.

5: Menjaga Kestabilan Gula Darah Bayi

Pentingnya untuk menjaga kestabilan gula darah pada tubuh bayi menurunkan resiko bayi terserang penyakit. beberapa gejala yang timbul ketika tingkat gula darah pada tubuh bayi menurun adalah :

  • Tubuh bayi mengalami iritasi.
  • Bayi menjadi gelisah.
  • Bayi menangis dengan nada keras dalam waktu yang lama.
  • Bayi sulit menerima asi dengan baik.
  • Bayi tidak mau diberikan makanan.
  • Sistem pernafasan bayi menjadi cepat.
  • Suhu tubuh bayi menurun drastis.

Kondisi gula darah rendah dalam dunia medis yaitu Hipoglikemia, kondisi ini terjadi jika hasil tes gula darah pada bayi menunjukan angka 50 mg/dl ke bawah maka bayi bisa di kategorikan mengalami hipoglikemia. saat bayi mengalami kondisi ini sebaiknya perlu di berikan perawatan khusus, karena tubuh bayi pada saat tersebut sangat membutuhan kadar gula dalam darah. beberapa penanganan khusus yang haru di lakukan adalah :

  • Memberikan ASI Ekslusif atau Susu Formula Khusus

Pemberian ASI Ekslusif atau susu formula khusus bisa meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh bayi menjadi meningkat, tehnik pemberian asi ini bisa dilakukan dengan  :

  1. Memberikan ASI atau susu formula dengan tempo waktu yang berdekatan.
  2. Memberikan kolostrum pada bayi untuk meningkatkan kadar gula darah, saat bayi di isolasi ke ruangan NICU biasanya bayi akan di berikan susu melalui botol.
  3. Mencoba memberikan ASI walaupun bayi tidak meminta.
  • Memberikan Cairan IV pada Bayi

Ada kalanya bayi sulit untuk menerima asi dengan sempurna atau tidak bisa sama sekali, nah jika kondisi demikian anda bisa memberikan cairan IV gula pada bayi, perawatan dengan memberikan cairan IV ini bisa dilakukan sampai kadar gula di dalam tubuh bayi perlahan kembali normal. anda bisa mengkonsultasikan hal ini pada dokter kandungan anda.

  • Melakukan Tindakan Operasi untuk Mengeluarkan Pankreas di Dalam Tubuh Bayi

Saat seluruh upaya dan proses untuk meningkatkan kadar gula dalam darah bayi belum berhasil, langkah terakhirnya adalah dengan melakukan operasi untuk mengelurkan pankreas bayi, pankreas sendiri merupakan organ tubuh untuk menghasilkan insulin. namun cara ini biasanya sangat jarang terjadi, hanya di lakukan saat darurat saja dan pada kasus khusus.

Beberapa tips yang harus di lakukan ibu menghadapi persalinan agar bayi tidak mengalami hipoglikemia. Pencegahan hipoglikemia yang terjadi pada bayi bisa di cegah saat ibu masih dalam proses kehamilan, caranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Ibu yang sedang dalam masa kehamilan harus selalu menjaga nutrisi di dalam tubuhnya dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan zat besi.
  2. Saat hamil biasanya wanita akan mengalami keadaan morning sickess atau mual-mual saat pagi hari, upayakan dilakukan perawatan untuk tetap menjaga kondisi tubuh ibu hami dan asupan nutrisinya.
  3. Selalu menjaga berat badan ideal untuk ibu hamil, dengan melakukan kontrol setiap minggunya. apakah dalam kurun waktu tertentu berat badan selalu naik atau tetap. lakukan olah raga ringan seperti berjalan kaki tanpa alas pada pagi hari sambil menghirup udara pagi yang segar.
  4. Jika ibu hami penderita diabetes atau memiliki riwayat keluarga yang mengalami diabetes perlu dilakukan kontrol/cek gula darah saat proses kehamilan sampai menjelang proses kelahirannya. cek ini bisa anda lakukan sendiri atau melalui bidan terdekat.
  5. Ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein dan gula yang berlebihan, hal ini untuk tetap menjaga kestabilan gula darahnya.
  6. Ibu hamil harus menghindari  stress karena stress ini bisa mempengaruhi kondisi bayi yang ada di dalam kandungan dan menyebabkan gula darah menjadi tinggi.

Demikianlah beberapa informasi seputar gula darah dalam tubuh bayi, semoga bisa membantu anda.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close