Berita Kesehatan

Kenapa Pembuatan Vaksin Corona Perlu Waktu 12-18 Bulan?

Di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini, kehadiran vaksin virus Corona sangat dinantikan. Dengan adanya vaksin, tingkat kematian akibat virus ini bisa ditekan, dan mengurangi rasa was-was dari efek pandemi wabah.

Kata para ahli, pembuatan vaksin ini memerlukan waktu 12 sampai 18 bulan. Itupun apabila disetiap pengujian hasilnya maksimal. Jadi kenapa pembuatan vaksin ini diperlukan waktu yang panjang? Yuk kita bahas.

Menurut Direktur program Persatuan Penyakit Menular di Universitas of Texas Southern  Medical Center di Dallas, Amerika Serikat, James Cutrell mengatakan setidaknya dibutuhkan 12-18 bulan secara realistis untuk membuat vaksi, tetapi juga didasari dengan optimistis.

“Hal yang didasarkan pada asumsi bahwa setiap fase ujicoba berjalan sesuai rencana dengan kerangka waktu yang optimis pada setiap tahap tersebut,” ujar Cutrell.

3 Faktor penyebab pembuatan vaksin butuh waktu lama

  1. Mempelajari virus dan menentukan vaksin yang akan digunakan.

Tahap yang dilakukan oleh para peneliti adalah, sebelumnya, para peneliti akan mempelajari virus dan berusaha menentukan jenis vaksin mana yang paling berhasil.

Karena jenis vaksin ada yang memicu respon kekebalan protektif dalam tubuh dan tidak menyebabkan sakit. Ada pula jenis vaksin yang secara gen membuat jenis protein yang dapat mencegah virus dari mengikat sel kita tapi membuat kita sakit.

Begitu para peneliti memutuskan vaksi mana yang menurut mereka bekerja paling baik, mereka mulai menguji.

  1. Pengujian keamanan dan studi lapangan.

Sebelum diujikan ke manusia, vaksin tersebut dicobakan dulu ke binatang untuk memastikan bahwa vaksin tersebut aman bagi manusia dan memiliki respon yang diingikan.

Setelah siap diuji ke manusia, para peneliti lanjut ke tahap berikutnya yang terbagi dalam 3 fase :

  • Fase 1, para peneliti menguji kepada sedikit relawan sehat dan menguji vaksin untuk efek samping yang serius.
  • Fase 2, melakukan studi kecil untuk melihat kemanjuran vaksin. Mencari tahu dosis vaksin yang tepat dan penjadwalan dosis jika seseorang butuh vaksin dengan dosis yang banyak. Disini peneliti akan mempertimbangkan apakah vaksin cukup aman dan respon imun atau antibodi cukup bagus untuk ke langkah berikutnya.
  • Fase 3, dilakukan studi lapangan yang lebih besar, peneliti mencari efek samping jangka pendek yang umum dan pada dosis berapa efek samping tersebut muncul.

 

  1. Tahap pengujian dan pemantauan.

Pada tahap ini dilakukan pengujian dan terus dipantau secara berkala. Setelah vaksin sudah tersedia secara umum pun tetap dipantau untuk memastikan kemananan. Efek samping yang umum dari vaksin adalah ada ruam kemerahan dan rasa sakit di tempat vaksin disuntik.

Selain menggunakan vaksin, peneliti juga menguji perawatan untuk penderita Covid-19 agar membuat orang sakit kembali sehat. Banyak yang sudah sembuh dari Covid-19 tapi tubuhnya masih mengalami kelelahan yang payah.

Itulah tahap dalam pengembangan vaksin virus Corona yang prosesnya panjang dan penuh kehati-hatian. Agar vaksin tersebut bisa menghentikan virus dan memiliki efek samping yang minimal serta aman bagi tubuh manusia.

Untuk itu bagi kita yang sehat, harap dengarkan imbauan pemerintah untuk menjaga jarak dan diam dirumah saja, rutin mencuci tangan dengan sabun, serta keluar rumah bila perlu saja dan harus gunakan masker. Hal kecil yang kita lakukan memberikan dampak yang besar, bisa memutus rantai penyebaran Covid-19. Serta bila ada bersentuhan dengan orang yang positif Covid-19, melakukan perjalan dari daerah yang banyak positif Covid-19, mengalami gejala Cobid-19, segera lapor ke dinas terkait.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Chat Disini
Chat Disini
Close