KankerKesehatan Wanita

Obat Kanker Payudara

Obat Kanker Payudara

Kanker payudara biasanya ditandai dengan adanya benjolan pada bagian payudara dan ketiak, terjadi perubahan bentuk dan berat pada kedua payudara, kulit yang mengkerut dan adanya rasa nyeri di sekitar payudara. Meski menyebabkan kematian, banyak juga yang berhasil sembuh dari kanker payudara. Cara pengobatannya pun tidak melulu menggunakan cara medis, melainkan bisa juga disembuhkan dengan cara tradisional.

Tanda dan Gejala

Berikut adalah gejala, tanda dan faktor risiko kanker payudara yang perlu anda waspadai:

  1. Perubahan ukuran salah satu payudara

Benjolan pada payudara dapat menyebabkan perubahan ukuran pada salah satu payudara. Penapisan dengan memeriksa payudara sendiri secara rutin setiap bulan dapat mendeteksi perubahan ukuran salah satu payudara. Mungkin pada saat itu anda belum merasakan adanya benjolan pada payudara. Perubahan ukuran dapat menjadi tanda paling awal adanya kanker payudara.

  1. Perubahan bentuk salah satu payudara

Sama seperti perubahan ukuran, perubahan bentuk dapat dideteksi dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Anda dapat membandingkan kedua bentuk payudara anda didepan cermin untuk melihat apakah ada perbedaan bentuk antara payudara yang satu dengan yang lain. JIka anda menemukan perbedaan, sebaiknya anda memerikskan diri anda.

  1. Benjolan pada payudara

Benjolan pada payudara tidak selalu merupakan kanker payudara. Anda dapat memeriksakan benjolan yang muncul pada payudara. Benjolan pada payudara, dapat anda deteksi pada payudara dengan palpasi pada payudara. Benjolan dapat teraba keras, kenyal atau kistik.

  1. Benjolan pada ketiak

Jaringan payudara berbentuk seperti komet dengan ekornya mencapai ketiak, sehingga dapat juga muncul benjolan pada daerah ketiak. Namun, benjolan pada ketiak biasanya merupakan kanker yang lain seperti limfoma atau kanker kelenjar getah bening.

  1. Kulit kemerahan yang tidak menghilang

Kanker payudara biasanya tidak memberikan rasa nyeri atau tanda- tanda keradangan. Kanker payudara yang memberikan keradangan memiliki beberapa kemungkinan bisa jadi merupakan kanker payudara yang sudah terlambat, kanker payudara yang bertipe radang, atau penyakit lain selain kanker payudara. Namun jika tidak membaik maka perlu dicurigai gejala awal kanker payudara.

           6. Keluar cairan dari putting susu selain ASI

Kanker payudara yang berasal dari sel pada saluran kelenjar payudara dapat memicu terbentuknya cairan pada payudara. Pada kanker yang sudah pada tahap lanjut akan timbul perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah baru yang terbentuk dari kanker payudara. Darah atau cairan yang berasal dari putting susu perlu diwaspadai sebagai gejala awal kanker payudara.

            7.  Usia tertentu

Payudara dapat ditemukan pada usia yang cukup muda, yaitu 17 tahun. Risiko berkembangnya kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Melalui data yang berasal dari Surveillance, Epidemiology, and End Ruslts (SEER) menunjukan kemungkinan seorang wanita di Amerika mengalami kanker payudara selama hidupnya adalah 1: 8 dan 1: 202 pada kelompok usia dari lahir hingga usia 39 tahun, 1: 26 pada kelompok usia 40- 59 tahun dan 1: 28 pada kelompok usia 60- 69 tahun.

  1. Memiliki riwayat personal yang berisiko tinggi kanker payudara

Riwayat personal tertentu merupakan faktor risiko yang signifikan untuk berkembangnya kanker payudara kedua yang berada pada satu sisi atau sisi sebaliknya dari lokasi benjolan payudara yang pertama. Faktanya, kanker yang paling banyak ditemukan diantara survivor kanker payudara adalah kanker payudara kontralateral metachronous. Faktor yang berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara kedua adalah diagnosis inisial dari DCIS, stage IIB, kanker payudara yang reseptor hormonnya negative dan usia muda.

  1. Riwayat Keluarga

Wanita yang memiliki peningkatan risiko kanker payudara jika memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker payudara juga. Pada penelitian Nurse’s Health Study follow-up, wanita dengan ibu yang terdiagnosis kanker payudara sebelum usia 50 atau usia lebih tua dari 50 memiliki risiko lebih besar dibandingkan wanita yang tidak memiliki keluarga yang tidak memiliki riwayat ibu yang menderita kanker payudara. Riwayat saudara dengan kanker payudara juga dapat meningkatkan risiko terdiagnosis kanker payudara pada usia 50 tahun. Intinya, seorang wanita memiliki risiko paling besar menderita kanker payudara.

Pengobatan Alternatif Kanker Payudara

Kanker payudara seringkali harus disembuhkan dengan jalan operasi oleh dokter untuk mencegah area sel kanker bertambah luas. Selain mengangkat benjolan atau jaringan sel kanker, seringkali dokter mengambil tindakan untuk mengangkat payudara jika memang kondisi sudah cukup parah. Nah, jika tidak ingin menjalani operasi yang menakutkan, kita bisa menggunakan metode pengobatan alternatif yang menggunakan bahan alami seperti berikut ini.

  • Kulit Manggis

Kulit manggis belakangan ini menjadi tren dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit termasuk kanker. Kandungan senyawa xanthone dalam kulit manggis bermanfaat sebagai antioksidan yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Kulit manggis dapat mencegah sekaligus mengobati penyakit kanker payudara yang masih dalam stadium awal. Selain itu kulit manggis disebut sebagai antipoliferasi yang menghambat perkembangan sel kanker dan apoptosis yaitu mendorong sel kanker untuk menghancurkan selnya sendiri. Selain ampuh untuk mengobati kanker payudara, kulit manggis juga berkhasiat dalam pengobatan kanker serviks dan kanker paru-paru.

  • Daun Sirsak

Kandungan senyawa dalam daun sirsak seperti acetogenins, muricapentonins, annocatalin, gigatetroin, linoleic acid dan annocatacin sangat ampuh dalam mencegah pertumbuhan sel kanker payudara dan menghancurkan sel kanker tanpa rasa sakit. Selain ampuh mengatasi kanker payudara, daun sirsak juga ampuh dalam mengatasi kanker prostat, kanker pankreas dan kanker hati. Bahkan beberapa sumber mengatakan bahwa kekuatan dari daun sirsak lebih ampuh dan lebih aman daripada kemoterapi. Karena itu banyak penderita kanker yang mencoba pengobatan alternatif dengan memanfaatkan daun ajaib ini.

  • Rosella

Sebenarnya bunga rosella tidak secara langsung menyembuhkan kanker payudara, namun dengan kandungan vitamin C sebagai sumber antioksidan dan berbagai nutrisi yang baik berupa vitamin dan mineral untuk tubuh maka rosella dapat membantu dalam proses pengobatan kanker. Daun sirsak yang mampu menghambat pertumbuhan sela kanker payudara juga dapat digunakan sebagai obat anti inflamasi alami.

  • Kunyit Putih

Kunyit putih juga belakangan diketahui dapat mengatasi sel kanker payudara, karena mengandung senyawa curcumol atau curcumin. Kunyit putih dapat mencegah pertumbuhan sela kanker, sekaligus membuat tubuh menjadi lebih sehat dan segar. Dalam penggunaanya, kita bisa membuat ramuan yaitu air rebusan rimpang kunyit dengan campuran keladi tikus dan  teh benalu.

  • Tapak Dara

Siapa sangka tumbuhan tapak dara juga sangat banyak memberikan manfaat, bahkan diketahui dapat mengobati kanker. Setidaknya dalam daun tapak dara terdapat 70 jenis alkaloid yang sangat ampuh dalam mengatasi kanker payudara. Penggunaannya juga cukup mudah, dengan mengambil sekitar 15 gram daun tapak dara dan merebusnya hingga mendidih. Meminum air rebusan tapak dara tidak hanya bisa mengatasi sel kanker, namun juga membantu memelihara kesehatan dan mengatasi berbagai penyakit lainnya.

Itulah bahan alami untuk pengobatan alternatif kanker payudara tanpa operasi, yang bisa dimanfaatkan dalam membantu kesembuhan para penderita kanker. Meski begitu, kita perlu menggabungkannya dengan pengobatan medis agar khasiatnya lebih ampuh. Agar kita terhindar dari penyakit kanker, atau ingin mencegah sel kanker tumbuh kembali, sebaiknya rutin mengkonsumsi makanan sehari-hari pencegah kanker yang mudah untuk didapatkan. Semoga bermanfaat.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close