Tips Kesehatan

Pantangan Operasi Usus Buntu

Pantangan Operasi Usus Buntu

Untuk Anda yang baru saja melakukan prosedur operasi usus buntu, ternyata ada banyak pantangan makanan yang harus anda jauhi lho! Pantangan ini dilakukan untuk mencegah timbulnya luka dan masalah baru di dalam sistem pencernaan, serta mempercepat pemulihan setelah melakukan operasi.

Ini Penyebab Radang Usus

Bagi Anda yang pernah menderita penyakit radang usus mungkin telah mengalami beberapa gejala yang muncul, seperti sakit perut, diare, kelelahan, penurunan berat badan yang drastis, dan lain sebagainya. Namun, hal ini sedikit berbeda dengan warga Amerika Serikat. Para ahli medis di negara tersebut pun belum dapat memastikan mengapa sekitar 565.000 warganya dapat menderita penyakit tersebut. Sebagian besar ilmuwan mengira jika sistem imun yang dimiliki para penderita sedang tidak stabil.

Hal tersebut diperkirakan karena adanya perkembangan bakteri di dalam sistem pencernaan pasien. Saat ini, sebuah penelitian telah membuktikan jika terdapat jamur yang spesifik dan dua jenis bakteri yang disimpulkan menjadi dalang dari munculnya radang usus tersebut. “Dari sekian banyak jenis bakteri dan jamur yang seringkali hidup serta berkembang di dalam tubuh manusia, ditemukan tiga jenis bakteri yang memiliki korelasi tinggi dengan pasien,” jelas seorang professor dan pemimpin Center for Medical Mycology at Case Western Reserve dan University Hospitals Cleveland Medical Center, Mahmoud A. Ghannoum.

Pada penelitian sebelumnya, telah diidentifikasi jika bakteri E.Coli yang berkontribusi paling tinggi. Namun, penelitian terbaru menemukan jenis bakteri Serratia marcescens dan jamur Candida tropicalis juga ikut berkontribusi dalam pembentukan penyakit radang usus. Ghannoum kembali menjelaskan jika peradangan di usus dapat saja muncul akibat dua faktor. Pertama adalah faktor genetik dan kedua karena faktor lingkungan, termasuk makanan yang telah dikonsumsi pasien. Pada penelitian terbaru, dilakukan pengujian terhadap dua kelompok yang berbeda. Kelompok pasien pertama yang memiliki faktor genetik akan penyakit radang usus dan kedua adalah kelompok orang yang memiliki kondisi fisik sehat atau normal.

Faktor genetik dianggap penting karena sebagai keluarga yang tinggal bersama, mereka berbagi gen, peralatan rumah tangga, dan makanan. Selain itu, hal ini pun memudahkan para peneliti untuk menentukan berbagai mikro bakteri yang menjadi penyebab munculnya penyakit radang usus. Kemudian hasilnya, ternyata benar terdapat lebih banyak jumlah bakteri E. coli, Serratia marcescens, dan Candida tropicalis pada tubuh pasien yang memiliki faktor genetik radang usus ketimbang dengan yang tidak. Namun, tak berhenti di situ. Para peneliti memberikan sedikit pengujian tambahan khususnya untuk mencari tahu mengenai dampak jika kedua bakteri dan jamur tersebut tergabung dalam satu tubuh manusia dengan kondisi fisik normal. Hasilnya ternyata sama yaitu menimbulkan dampak layaknya peradangan seperti pasien sebelumnya.

Cara pencegahan dan penyembuhan radang usus

Para ahli medis menggunakan berbagai jenis obat resep untuk membantu mengurangi kemungkinan peradangan pada usus, serta yang terpenting adalah untuk mencegah munculnya gejala penyakit yang lebih serius. Namun, hingga saat ini masih dilakukan penelitian untuk menemukan cara lain yang lebih efektif untuk mengobati penyakit ini.

Sebab, peradangan kronis seperti ini dapat memicu terjadinya kesalahan nutrisi di tubuh dan berujung pada kondisi kelelahan yang berlebihan. Dalam beberapa kasus, penyakit radang usus hanya dapat ditangani dengan cara operasi. Sedangkan jika pasien memaksakan tidak melakukan operasi, justru akan meningkatkan risiko terjadinya kanker usus dan berbagai masalah kesehatan lainnya seperti anemia, osteoporosis, dan penyakit liver.

Seiring berjalannya waktu, terus dilakukan berbagai penelitian yang khusus berinovasi untuk mengembangkan obat radang usus. Satu kemungkinan yang diciptakan adalah pencampuran probiotik dengan bermacam-macam bakteri yang tujuannya untuk mengontrol bakteri jahat pemicu penyakit radang usus. Intinya jenis obat ini diusahakan untuk mengobati pasien yang terinfeksi dua jenis bakteri dan jamur penyebab radang usus dalam satu tubuh secara bersamaan.

Menurut John Hopkins Medicine Center, radang usus buntu membutuhkan penanganan operasi darurat. Berikut beberapa makanan yang harus Kamu hindari selama beberapa waktu sampai Kamu benar-benar pulih!

  • Mengandung gas dan tinggi lemak

Sekitar 7-10 hari pertama, tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan yang berlemak, karena dapat melekat pada bagian usus yang diangkat dan mengendap di sana. Selain itu, makanan berlemak juga dapat menyebabkan diare. Makanan yang harus dihindari antara lain gorengan, susu, dan es krim. Sedangkan untuk makanan yang mengandung gas tinggi ialah kacang dan brokoli. Hindari keduanya karena dapat menyebabkan perut terasa kembung.

  • Makanan padat

Hindari makanan padat karena akan lebih lama untuk dicerna. Makanan tersebut di antaranya buah-buahan berdaging padat, sayur yang padat, daging sapi, ayam, dan ikan, serta telur, kacang-kacangan, roti, dan nasi putih. Sekiranya untuk menghindari semua makanan yang membutuhkan usaha untuk mengunyah.

  • Tinggi kandungan gula

Hindari makanan dengan gula yang tinggi, seperti jelly, permen, dan kue kering. Makanan dengan kandungan gula yang tinggi akan membuat proses pengeluaran feses menjadi lebih cepat serta menyebabkan diare, dan itu tidak baik bagi pemulihan ususmu.

  • Minuman beralkohol

Jauhi minuman yang mengandung alkohol pasca operasi usus buntu. Ini dikarenakan alkohol bukan asupan yang baik bagi tubuh untuk masa penyembuhan. Selain itu, kandungan alkohol akan bereaksi negatif apabila bertemu dengan sisa dari obat bius setelah melakukan operasi.

  • Makanan pedas

Untuk Geng Sehat yang gemar makan pedas, coba hindari dulu makanan yang satu ini ya setelah melakukan operasi usus buntu. Pasalnya, makanan pedas dapat menyebabkan komplikasi pada pencernaan, misalnya sakit maag. Ini tentunya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas, serta menimbulkan komplikasi lain sehabis radang usus buntu.

Makanan yang dianjurkan pasca operasi usus buntu adalah makanan yang lunak dan mudah dicerna, agar tidak menyebabkan mual dan muntah. Disarankan untuk mengonsumsi yoghurt, karena proteinnya yang tinggi untuk masa penyembuhan.

Selain itu, konsumsi sayur labu juga baik setelah operasi, karena nutrisi yang terdapat dalam labu membantu mempercepat penyembuhan. Labu bisa disajikan menjadi bubur. Makanan lain yang mengandung beta caroten, seperti wortel dan sayuran hijau, yang sudah dilunakkan juga baik dikonsumsi setelah operasi usus buntu. Disarankan pula untuk minum air sedikitnya 8-10 gelas per hari, cukup istirahat, dan minum obat sesuai anjuran dokter.

Demikianlah pembahasan mengenai radang usus dan hal penting yang patut anda ketahui setelah melakukan operasi usus buntu. Karena tidak semua makanan akan bagus dan bisa dikonsumsi pasca operasi usus buntu. Dimana akan menjadi salah satu pedoman yang akan membantu anda menghindari segala dampak buruk setelah melakukan operasi. Jangan lupa untuk selalu mengawasi pola makan dan apa yang anda makan setelah melakukan operasi radang susu buntu, ya! Agar nantinya anda tidak memperparah penyakit tersebut.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close