Kanker

Pencegahan Dini Kanker Serviks Papsmears

Pencegahan Dini Kanker Serviks Dengan Papsmears

Kanker serviks merupakan salah satu jenis penyakit yang banyak ditakuti kaum hawa. Terlebih lagi, ketika beberapa waktu belakangan ini kasus kanker serviks semakin banyak menelan korban. Kanker jenis ini bahkan diakui sebagai pembunuh wanita nomor dua di dunia berada di bawah kanker payudara. Fenomena ini jelas sangat memprihatinkan dan menjadi kekhawatiran bagi para wanita. Oleh karenanya, selain pengenalan juga dibutuhkan sosialisasi secara mendalam terkait pencegahan dan penanganan kanker serviks sejak awal.

Kanker serviks adalah penyakit kanker yang menyerang dinding rahim atau dikenal juga dengan istilah kanker leher rahim. Leher rahim sendiri terletak di bagian paling bawah pada rahim wanita, sehingga kanker serviks jelas berbeda dengan kanker rahim. Leher rahim atau serviks menghubungkan antara rahim dengan vagina. Dengan demikian, penyakit ini juga bisa dikaitkan dengan banyaknya infeksi yang terjadi dalam organ intim wanita.

Umumnya, kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus atau HPV yang tergolong virus berbahaya. Virus ini bisa menyebabkan kutil di bagian tubuh tertentu yang kemudian tumbuh menjadi infeksi serius. Penularan infeksi HPV ini secara cepat bisa terjadi melalui sentuhan daerah intim, cairan intim atau saat berhubungan seksual secara tidak sehat. Infeksi HPV akan menyebabkan kondisi serius dimana sistem kekebalan tubuh menjadi turun drastis sehingga semakin memudahkan sel kanker tumbuh semakin cepat.

Ciri Kanker Serviks yang bisa diamati adalah timbulnya rasa nyeri saat berhubungan seks atau saat buang air kecil. Munculnya pendarahan diluar siklus haid normal serta vagina yang serung mengeluarkan cairan berbau tidak sedap dan berwarna hijau. Selain itu, kanker serviks juga memicu adanya pembengkakan di sekitar paha dan selangkangan, peradangan vagina, dan bau tidak sedap di organ kewanitaan. Jika sudah muncul ciri-ciri tersebut disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyakit yang diderita sejak dini.

Kanker serviks umumnya bisa diantisipasi bila secara rutin memerhatikan kondisi organ kewanitaan. Mulai dari kebersihan, kondisi fisik, serta deteksi dini menggunakan Papsmears. Papsmears adalah metode pemeriksaan dini sel kanker yang kemungkinan ada di dalam vagina. tes papsmears ini bisa memeriksa kondisi sel yang ada pada leher rahim dan area vagina untuk memastikan semuanya normal.

Prosedur Papsmears Untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Pemeriksaan dini menggunakan papsmears disarankan rutin setiap tiga tahun sekali. Hal ini dikarenakan perkembangan sel kanker tidak bisa dideteksi hanya sekali waktu saja. Kemungkinan untuk tumbuh sel kanker masih sangat besar dalam beberapa tahun selanjutnya terutama saat seseorang akrab dengan pemicu sel kanker berkembang. Prosedur yang akan dilakukan pada pemeriksaan papsmears dijelaskan pada uraian berikut.

Dokter akan menggunakan speculum, yaitu sebuah alat medis khusus yang akan dimasukan melalui mulut vagina. Spekulum tersebut akan memperluas pandangan dengan membuka mulut vagina hingga area serviks tampak jelas. Kemudian, beberapa bagian sel-sel serviks akan diteliti secara cermat dengan mengambilnya terlebih dulu menggunakan spatula. Sel yang sudah menempel pada spatula kemudian akan dibawa ke laboratorium untuk melihat hasilnya.

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan papsmears biasanya sekitar lima menit saja. waktu tersebut belum termasuk lama pemeriksaan laboratorium hingga menemukan hasil yang valid. Biasanya, banyak wanita yang merasa tegang saat akan dilakukan papsmears, padahal prosedur pengambilan sampel sel serviks dengan papsmears ini bukanlah tindakan yang menyakitkan.

Dokter kemungkinan akan melakukan prosedur lanjutan pemeriksaan dengan menggunakan tes HPV, terutama bagi wanita yang usianya sekitar 30 tahun keatas. Memang pada usia tersebut, wanita lebih rentan terinfeksi virus HPV sehingga dibutuhkan pemeriksaan lanjutan. Sementara itu, papsmears tetap disarankan karena selain untuk mengetahui adanya kanker sejak dini, metode papsmears juga tidak berbahaya. Hal yang perlu diperhatikan adalah hasil yang ditunjukan kepada pasien bukanlah hasil yang salah.

Kesalahan sistem pemeriksaan laboratorium terhadap sel serviks bisa saja terjadi. Pasalnya, kemungkinan sel abnormal masih tertutup darah atau jumlahnya sangat sedikit sehingga tidak mudah dideteksi. Inilah yang kemudian membuat papsmears wajib dilakukan secara rutin agar tidak menimbulkan kerugian di masa mendatang. Hasil papsmears akurat bisa diperoleh dengan menghindari berhubungan seksual, membersihkan vagina, dan memakai krim vagina sebelum tes tersebut dilakukan.

Bila sejak dini perkembangan sel kanker telah diketahui, kemungkinan untuk segera disembuhkan akan semakin besar. Jika hasil papsmears memang menunjukan terdapat sel abnormal pada leher rahim, maka dokter akan merujuk kepada dokter spesialis sistem reproduksi untuk ditangani lebih lanjut. Hal ini dikarenakan adanya sel abnormal dalam leher rahim juga belum tentu menunjukan kanker serviks. Bisa saja sel abnormal tersebut adalah tanda dari penyakit lainnya.

Beberapa tindakan juga akan dilakukan dokter spesialis yang menangani bila ternyata ditemukan perubahan yang terjadi pada leher rahim. Prosedur tersebut antara lain seeprti Kolposkopi (pemeriksaan serviks dengan kaca pembesar), cone biopsy (pemeriksaan sel jaringan kerucut dari serviks), kawat listrik melingkar untuk mengambil jaringan yang akan diperiksa lebih lanjut. Prosedur ini aman dilakukan demi mengetahui perubahan yang terjadi terhadap serviks tersebut.

Wanita yang Disarankan Melakukan Papsmears

Menurut pakar kesehatan dan ahli kanker, setidaknya papmears dilakukan secara rutin setiap tiga tahun sekali. Papsmears direkomendasikan bagi semua wanita yang sudah berusia 21 tahun keatas dan aktif berhubungan seks. Hal yang sama juga disarankan bagi wanita yang sudah melakukan hubungan seks sebelum usia tersebut. Hubungan seksual memang menjadi pemicu terbesar munculnya infeksi HPV di area serviks. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa kanker juga bisa hadir karena hal lain seperti genetik dan kebiasaan merokok.

Tes papsmears sebaiknya dilakukan dalam rentang waktu tiga tahun pada wanita yang usianya antara 21 hingga 65 tahun. Bagi wanita yang ternyata juga dinyatakan negatif HPV, terutama pada usia 30 hingga 65 tahun dianjurkan untuk melakukannya setiap lima tahun sekali. Berbeda lagi jika ternyata pasien dinyatakan memiliki sel abnormal serta imunitas yang lemah atau terjangkit virus HPV yang bisa disarankan lebih sering lagi melakukan papsmears. Apalagi jika sudah pernah mengalami transplantasi organ atau kemoterapi sebelumnya.

Pencegahan Kanker Serviks

Untuk mencegah munculnya penyakit kanker serviks sejatinya adalah dengan mencegah penularan virus HPV. Setidaknya, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan kanker serviks antara lain seperti menjaga hubungan seksual yang sehat, menghindari kebiasaan penyebab kanker lainnya, melakukan tes secara rutin, dan melakukan vaksin anti kanker yang sudah banyak tersedia di rumah sakit. Selain itu, tidak ketinggalan pencegahan dari diri sendiri meliputi menjaga kebersihan area kewanitaan dan mencukupi kebutuhan gizi serta perbaikan pola hidup.

Demikian artikel informatif tentang pencegahan dini kanker serviks dengan papsmears beserta beberapa faktor lain yang terkait dengan prosedur pemeriksaan kanker serviks dengan papmears. Semoga bermanfaat!

Pencarian Lainnya:

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close